ESENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

  ESENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 

ABSTRAK

 

Artikel ini membahas tentang esensi pendidikan kewarganegaraan di suatu negara dan materi ajar pendidikan kewarganegaraan di negara demokrasi. Pendidikan kewarganegaraan adalah bagian dari pendidikan sistem persekolahan dalam rangka mendidik warga negara menjadi warga negara yang baik Warga negara yang baik harus memenuhi syarat-syarat antara lain memiliki pengetahuan, memiliki nilai atau watak dan keterampilan untuk hidup dalam negara demokrasi. Selain itu, materi ajar yang harus dikandung oleh pendidikan kewarganegaraan adalah demokrasi minimal, konstitusionalisme, hak, kewarganegaraan, masyarakat sipil, ekonomi pasar dan ketegangan demokrasi liberal konstitusional.

 

Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Esensi

 

ABSTRACT

 

This article discusses the essence of civic education in a country and teaching materials for civic education in a democracy. Citizenship education is part of the education system of the school system in order to educate citizens to be good citizens. Good citizens must meet the requirements, among others, to have knowledge, have values or character and skills to live in a democratic country. In addition, the teaching materials that must be contained in civic education are minimal democracy, constitutionalism, rights, citizenship, civil society, market economy and the tensions of constitutional liberal democracy.

 

 

 

ESENSI DAN URGENSI PENDIDIKAN KEWARGNEGARAAN 

DI MASA DEPAN


Pada tahun 2045, bangsa Indonesia akan memperingati 100 Tahun Indonesia merdeka. Bagaimana nasib bangsa Indonesia pada 100 Tahun Indonesia merdeka? Berdasarkan hasil analisis ahli ekonomi yang diterbitkan oleh Kemendikbud (2013) bangsa Indonesia akan mendapat bonus demografi (demographic bonus) sebagai modal Indonesia pada tahun 2045 (Lihat gambar tabel di bawah). Indonesia pada tahun 2030- 2045 akan mempunyai usia produktif (15-64 tahun) yang berlimpah. Inilah yang dimaksud bonus demografi. Bonus demografi ini adalah peluang yang harus ditangkap dan bangsa Indonesia perlu mempersiapkan untuk mewujudkannya. Usia produktif akan mampu berproduksi secara optimal apabila dipersiapkan dengan baik dan benar, tentunya cara yang paling strategis adalah melalui pendidikan, termasuk pendidikan kewarganegaraan. Bagaimana kondisi warga negara pada tahun 2045? Apa tuntutan, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi oleh negara dan bangsa Indonesia? Benarkah hal ini akan terkait dengan masalah kewarganegaraan dan berdampak pada kewajiban dan hak warga negara?


Nasib sebuah bangsa tidak ditentukan oleh bangsa lain, melainkan sangat tergantung pada kemampuan bangsa sendiri. Apakah Indonesia akan berjaya menjadi negara yang adil dan makmur di masa depan? Indonesia akan menjadi bangsa yang bermartabat dan dihormati oleh bangsa lain Semuanya sangat tergantung kepada bangsa Indonesia.


Demikian pula untuk masa depan PKn sangat ditentukan oleh eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia. PKn akan sangat dipengaruhi oleh konstitusi yang berlaku dan perkembangan tuntutan kemajuan bangsa. Bahkan yang lebih penting lagi, akan sangat ditentukan oleh pelaksanaan konstitusi yang berlaku.


Esensi Pendidikan Kewarganegaraan adalah pembangunan watak dan karakter bangsa. pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu hal mendasar yang akan membawa individuuntuk mengetahui nilai nilai, peranan, sistem, aturan dan segala sesuatu yang berkaitandengan kemasyarakatan dan kenegaraan. Dengan pendidikan kewarganegaraan dimaksudkanagar para generasi muda dapat menjadi pribadi yang berbudi luhur, bertanggung jawab, bermoral dan menjadi warga negara yang baik. 


Tujuan PKn harus tetap dan mendukung keberhasilan pencapaian Pendidikan Nasional, yaitu: “Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.

Yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberbudi pekerti yang luhur 

Memiliki kemampuan pengetahuann dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani

Kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.

 

KESIMPULAN

 

PKn merupakan program pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk warga negara yang berfikir, bertindak, besikap, berkembang, dan berinteraksi dengan cerdas, kritis, analistis, berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab terhadap diri, lingkungan masyarakat, berbangsa, dan bernegara dan berkehidupan dunia yang dijiwai nilai-nilai agama, budaya, hukum, keilmuan serta watak yang bersemangat, bergelora, dan mewujudkan sifat demokratis dalam negara hukum Indonesia yang religious, adil, beradab dan bersatu, bermasyarakat yng berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sehingga fokus dan target utama dari pembelajaran PKn adalah pembekalan pengetahuan (bukan ilmu), pembinaan sikap perilaku, dan pelatihan keterampilan sebagai warga negara demokratis, taat hukum dan taat asas dalam kehidupan masyarakat madani. Kompetensi guru PKn harus juga mumpuni dimiliki oleh pengajarnya dengan salah satu indikatornya adalah mumpuni dalam ilmu, profesional dalam menyampaikannya, sikap dan pribadi yang menjadi ciri khasnya dan dan memiliki inovasi dan kreativitas dalam membangun suasana yang pembelajaran yang mendidik.

Comments

Popular posts from this blog

SUMBER HISTORIS, POLITIS, SOSIOLOGIS PENDIDIKAN KEWAARGANEGARAAN

MAKALAH TERJADINYA DISKRIMINASI AGAMA TERHADAP KAUM MINORITAS DALAM HIDUP BERMASYARAKAT