IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER
IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI
PEMBANGUNAN BANGSA DAN KARAKTER
ABSTRAK
Identitas Nasional merupakan perwujudan dari bangsa itu sendiri yang dimana memiliki nilai jati diri sehingga yang dapat dirasakan oleh siapa pun bahwa kebudayaan dan pemerintahan tersebut melambangkan kebangsaan dari negara tersebut. Identitas Nasional memberikan dampak positif dalam berbangsa dan juga menanamkan nilai - nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari - hari.
Kata Kunci : Pendidikan Kewarganegaraan, Identitas Nasional
ABSTRACT
National Identity
is the embodiment of the nation itself which has the value of identity so that
it can be felt by anyone that the culture and government symbolize the
nationality of the country. National Identity has a positive impact on the
nation and also instills these positive values in everyday life.
IDENTITAS
NASIOANAL
Identitas
nasional merupakan suatu penanda atau jati diri suatu bangsa yang dapat
membedakan ciri khasnya dengan bangsa lain, karena ciri khas suatu bangsa
terletak pada konsep bangsa itu sendiri.. Mengutip dari Identitas Nasional yang ditulis oleh I Putu Ari Astawa,
kata identitas artinya pembeda atau pembanding pihak lain. Sedangkan nasional
artinya suatu paham.
Secara Etimologis Identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang secara harfiah berarti
jati diri, ciri-ciri, atau tanda-tanda yang melekat pada
seseorang atau sesuatu sehingga mampu membedakannya dengan
yang lain. Istilah
Nasional menunjuk pada kelompok-kelompok persekutuan hidup
manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasar ras, agama,
budaya, bahasa dan sebagainya.
Sedangkan dalam konteks pendidikan
kewarganegaraan, Identitas Nasional adalah ciri-ciri atau karakteristik keyakinan
tentang kebangsaaan yang membedakan bangsa satu dengan yang lain. Konteks
identitas nasional sendiri berkaitan dengan adat istiadat, kebudayaan, dan
karakter khas suatu negara.
KARAKTERISTIK IDENTITAS NASIONAL
Identitas
setiap manusia ditentukan oleh ruang hidupnya, secara alami akan berakulturasi
dan membentuk ciri khas dalam norma kehidupan. Dalam antropologi identitas
merupakan suatu sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri,
golongan, komunitas dan negara sendiri. Identitas meliputi nilai, norma dan simbol ekspresi sebagai ikatan sosial
untuk membangun solidaritas dan kohesivitas sosial untuk menghadapi kekuatan
luar yang menjadi simbol ekspresi tindakan pada masa lalu, sekarang dan
mendatang.
MACAM – MACAM BENTUK IDENTITAS NASIONAL
Bendera Negara, Sang Merah Putih
Warna
merah berarti berani, warna putih berarti suci, merah berarti berani yang
melambangkan tubuh manusia, putih berarti suci yang melambangkan jiwa manusia,
keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan Indonesia. Lambang merah putih
sudah dikenal pada masa kerajaan di Indonesia. Bendera sang Merah Putih
dikibarkan ketika Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17
Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Bendera Merah Putih
dijahit oleh ibu Fatmawati yang merupakan istri Presiden
Soekarno.
Bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa yang bersal dari rumpun Melayu yang tumbuh dan
berkembang, sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan.
Bahasa tersebut telah dipergunakan hampir di seluruh Asia Tenggara.
Perkembangan bahasa Melayu mendorong tumbuhnya rasa persatuan dan persaudaraan
bangsa Indonesia
Garuda Pancasila
Garuda
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan lambang negara
Indonesia. Sebagai lambang negara, bentuk Garuda Pancasila memiliki aturan dan
maknanya tersendiri.
Aturan
mengenai bentuk Garuda tertuang dalam Pasal 46 UU Nomor 24 Tahun 2009 yang
berbunyi, “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda
Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung
digantung dengan rantai pada leher Garuda dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.” Salah satu yang disebutkan
dalam penjelasan UU Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 46 ini, yaitu Garuda Pancasila
adalah lambang berupa burung garuda yang dikenal melalui mitologi kuno, yaitu
burung yang menyerupai elang rajawali. Garuda digunakan sebagai lambang negara
untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kuat.
Lagu Kebangsaan, Indonesia Raya
Indonesia
Raya sebagai lagu kebangsaan yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman . Pada
tanggal 28 Oktober 1928 lagu Indonesia Raya dinyanyikan untuk pertama kali
sebagai lagu kebangsaan negara.
UUD NKRI 1945
Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (disingkat UUD 1945;
terkadang juga disingkat UUD '45, UUD RI 1945, atau UUD NRI 1945)
adalah konstitusi dan sumber hukum tertinggi yang berlaku
di Republik
Indonesia. UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disyahkan oleh PPKI padang tanggal 18
Agustus 1945 sebagai hukum dasar negara RI dan identitas nasional.
Kebudayaan Daerah
Indonesia
terdiri dari beragam suku bangsa yang berjumlah 1340 suku bangsa, jumlah bahasa
yang ada di Indonesia berjumlah 724 bahasa, jumlah budaya yang ada di Indonesia
berjumlah 7241 karya budaya dan jumlah ras di Indonesia ada 4 yaitu Papua
Melanozoid, Negroid, weddoid, dan Melayu Mongoloid. Masyarakat Indonesia
mendiami pulau-pulau serta berbicara dalam ragam bahasa, mempunyai budaya
daerah. Kemudian budaya daerah ini ditetapkan sebagai budaya nasional dan
identitas nasional.
INDIKATOR
IDENTITAS NASIONAL
- Identitas nasional
menggambarkan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat
sehari-harinya, sehingga terdapat beberapa yang menjadi Indikator Identitas Nasional yaitu
- Pola perilaku yang
nampak dalam kegiatan masyarakat, adat istiadat, tata kelakuan, dan
kebiasaan.Ramah tamah, gotong royong, merupakan salah satu identitas nasional
yang bersumber dari adat istiadat dan tata kelakuan.
- Lambang-lambang yang menjadi ciri bangsa dan negara,bendera, bahasa, lagu kebangsaan yang menjadi sibolis dari tujuan dan fungsi bangsa.
- Alat perlengkapan
yang dipergunakan
untuk mencapai tujuan seperti bangunan, teknologi, dan peralatan manusia.
Identitas yang berasal dari alat perlengkapan in seperti bangunan yang
merupakan tempat ibadah , peralatan manusia, dan teknologi.
- Tujuan yang dicapai suatu bangsa merupakan identitas yang bersumber dari tujuan ini bersifat dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu.
UNSUR - UNSIR PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL
- Bangsa (golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif)
- Kebudayaan kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan adat istiadat yang bersifat tidak individual)
- Bahasa (simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apapun)
- Kondisi georafis (lokasi negara dalam kerangka ruang, tempat dan waktu)
- Agama (multi agama)
- Unsur sejarah
PENGKAJIAN
IDENTITAS NASIONAL
Secara historis, identitas nasional Indonesia
ditandai ketika munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai bangsa yang sedang
dijajah oleh bangsa asing pada tahun 1908 yang dikenal dengan masa Kebangkitan
Nasional.
Pembentukan identitas nasional melalui pengembangan
kebudayaan Indonesia telah dilakukan jauh sebelum kemerdekaan, yaitu melalui
kongres kebudayaan 1918 dan kongres bahasa Indonesia I tahun 1938 di Solo. Peristiwa yang terkait dengan
kebudayaan dan kebahasaan melalui kongres telah memberikan pengaruh positif
terhadap pembangunan jati diri atau identitas nasional.
Secara sosiologis, identitas nasional telah
terbentuk dalam proses interaksi, komunikasi dan persinggungan budaya secara
alamiah baik melalui perjalanan panjang menuju Indonesia merdeka maupun melalui
pembentukan intensif pasca kemerdekaan.
Secara politis, bentuk identitas nasional
Indonesia menjadi penciri atau pembangun jati diri bangsa Indonesia yang
meliputi bendera negara Sang Merah Putih, bahasa Indonesia sebagai bahasa
nasional atau bahasa negara, lambang negara Garuda Pancasila, dan lagu
kebangsaan Indonesia Raya
Warisan jenius yang tidak ternilai harganya dari para the
founding fathers adalah Pancasila. Pancasila sebagai identitas
nasional tidak hanya bersifat fisik
seperti simbol atau lambang tetapi merupakan cerminan identitas bangsa dalam
wujud psikis (non fisik), yakni yang mencerminkan watak dan perilaku manusia Indonesia sehingga dapat
dibedakan dengan bangsa lain.
TANTANGAN
IDENTITAS NASIONAL
Pada masa ini banyak tantangan
dalam mempertahankan Identitas Nasional, sehingga cenderung kehilangan jati
diri dalam berbangsa, diantaranya :
- Pengeklaiman wilayah tanah air oleh negara – negara tetangga
- Adanya mixing dalam berbahasa Indonesia dengan bahasa asing
- Kecenderungan menyukai produk luar dibanding produk lokal
- Hedonism
- Memudarnya sikap gotong royong, rasa nasionalisme, sikap sopan santun dan patriotism
PEMBERDAYAAN
IDENTITAS NASIONAL
Pemberdayaan memiliki
arti memuat sesuatu menjadi berdaya, mempunyai daya atau mempuyai kekuatan.
Dapat disimpulkan pemberdayaan identitas nasinal adalah suatu upaya,
daya dan kekuatan bangsa dalam menjaga eksistansi identitas
nasional ditengah era globalisasi ada beberapa hal yang
dapat dilakukan dalam pemberdayaan ini, yaitu :
- Melalui Revitalisasi Pancasila
dalam segala dimensi – dimensi realitas, idealitas, dan
fleksibilitas
- Diarahkan kepada pembinaan dan pengembangan moral disertai dukungan hukum yang kondusif dan suprematif
- Dalam konteks pembinaan identitas nasional, penyelenggaraan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan supaya dikaitkan dengan wawasan spiritual, akademis, kebangsaan dan mondial
KESIMPULAN
Dari pembahasan
dalam makalah ini dapat diketahui bahwa identitas nasional adalah sebuah
lambang atau ciri tertentu yang terdapat pada seseorang atau golongan tertentu.
Segala bentuk ciri, jenis dan unsur yang terkandung dalam falsafah indonesia
merupakan identitas nasional.
Identitas nasional adalah kesatuan dari apa yang terdapat
dalam bangsa Indonesia. Oleh sebab itu apapun yang ditunjukkan dari salah satu
bangsa indonesia berarti mengatas namakan bangsa indonesia.
Memang dalam mempertahankan Identitas Nasional banyak
tantangan yang akan dilewati, dengan demikian mari kita berusaha sebaik mungkin
untuk menjaga identitas nasional kita agar dapat mengharumkan nama bangsa dan
negara Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, A. D. (2020).
Pemberdayaan Identitas Nasional Menuju Multikulturalisme. https://www.kompasiana.com/afila/5e4f64edd541df7d0512ece2/pemberdayaan-identitas-nasional-menuju-multikulturalisme#:~:text=Pemberdayaan%20memiliki%20arti%20memuat%20sesuatu,identitas%20nasional%20ditengah%20era%20globalisasi.,
1-2.
Fajri, D.
L. (2021). Pengertian Identitas Nasional, Contoh, dan Faktor Pembentuknya. https://katadata.co.id/safrezi/berita/61c43317ab856/pengertian-identitas-nasional-contoh-dan-faktor-pembentuknya,
1-3.
Harruma, I.
(2022). Arti Lambang Garuda Pancasila dan Penjelasannya. https://nasional.kompas.com/read/2022/03/17/01300011/arti-lambang-garuda-pancasila-dan-penjelasannya?page=all,
1-2.
Lulu Rahma
Aulia, D. A. (2021). Jati Diri Bangsa untuk Menghadapi Tantangan di Era
Globalisasi. Pendidikan Tambusan, 20-22.
Nurbayani,
S. (2008). Hilangnya Identitas Nasional Bangsa. http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/M_K_D_U/197007111994032-SITI_NURBAYANI_K/MATERI_PERKULIAHAN/PKN/identitas_bangsa.pdf,
3-4.
Sume, S. A.
(2019). KEWARGANEGARAAN. https://adoc.pub/queue/kewarganegaraan-identitas-nasional-modul-ke-syahlan-a-sume-f.html,
8-10.
Wikipedia.
(2022). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945#:~:text=Undang%2DUndang%20Dasar%20Negara%20Republik%20Indonesia%20Tahun%201945%20(disingkat%20UUD,yang%20berlaku%20di%20Republik%20Indonesia.,
1-3.
Winarno.
(2007). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan
Kewarganegaraan, 10 - 13.
Comments
Post a Comment